Malang – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Malang menggelar Stadium Generale (SG) Dauroh Marhalah 2 (DM2) pada Jumat, 15 Agustus 2025 di Aula BLK Wonojati, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber penting dari unsur pemerintah dan internal KAMMI Jawa Timur maupun Malang.
Turut hadir sebagai pemateri utama, Drs. Alie Mulyanto, M.M., selaku Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang, bersama dengan Edo Agasistwanto, S.M. (Ketua Umum PW KAMMI Jawa Timur) serta M. Ariz Pratama, S.AB. (Ketua Umum PD KAMMI Malang). Diskusi dipandu oleh Syawal Nur Rachman sebagai moderator.
Stadium Generale ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian pembekalan kader dalam Dauroh Marhalah 2 KAMMI Malang, dengan tujuan memperkuat pemahaman kebangsaan, kepemimpinan, dan peran pemuda dalam menghadapi tantangan global. Acara juga bertepatan dengan momentum menjelang Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, sehingga semangat kebangsaan dan refleksi sejarah menjadi sorotan utama.
Dalam pemaparannya, Drs. Alie Mulyanto menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah, melainkan hasil dari perjuangan panjang bangsa sejak jauh sebelum tahun 1945. Ia menekankan bahwa cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045 hanya bisa tercapai jika generasi muda berani menjadi aktor utama dalam perubahan.
“Pertanyaannya, apakah Indonesia masih ada di tahun 2045? Kita harus jujur bahwa masih banyak problematika bangsa yang perlu diselesaikan. Kader muda seperti KAMMI harus siap menjadi pemimpin yang berpengaruh. How to influence? Do or nothing?,” ujarnya.
Alie juga memperkenalkan konsep VIKA (Visi, Inovatif, Kreatif, Adaptif) sebagai bekal kepemimpinan generasi muda di tengah dinamika global.
Sementara itu, Edo Agasistwanto menekankan bahwa visi besar KAMMI sejalan dengan semangat perubahan bangsa. Ia mengingatkan bahwa teknologi berkembang sangat cepat, sehingga KAMMI harus mampu mengimbangi percepatan tersebut agar tetap relevan.
Adapun M. Ariz Pratama menambahkan bahwa KAMMI Malang berkomitmen untuk mencetak kader yang siap berkontribusi nyata, baik dalam skala lokal maupun nasional, dengan mengedepankan nilai-nilai kepemimpinan, kepeloporan, dan kebermanfaatan bagi umat serta bangsa.
Acara dimulai dengan penyampaian materi dari keynote speaker, dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Suasana semakin hangat ketika para narasumber memantik pertanyaan reflektif tentang kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan kebangsaan.
Dengan semangat kolaborasi, acara ini menjadi momentum penting bagi kader KAMMI untuk mempertegas perannya sebagai agen perubahan, sekaligus meneguhkan visi mereka dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.






